eXTReMe Tracker
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Hanya Sebuah Opini




Dimana pembelaanmu ketika aku terseok lantaran fitnah?
Kemana nuranimu saat jiwaku terluka
Terdera oleh mulut-mulut yang terlihat suci namun berhati busuk?

Tidak!
Tak perlu kau ajari aku untuk memahami mereka
Penampilan dan gaya agamisnya tidak mampu lagi menipuku
Aku sudah bosan dengan petuah di atas mimbar

Bukankah terlalu banyak yang menjual ayat-ayat Tuhan dengan harga yang begitu murah?
Bukankah segala kebenaran dan ketulusan seringkali bertekuk lutut di bawah kaki sang penguasa dan uang?

Tidak!
Berhentilah mengajari aku tentang kesyukuran, karena banyak ahli ibada seperti mereka yang rela menjual manisnya iman dengan segepok harta yang memang menggiurkan.

Meski aku hanyalah manusia akhir zaman yang tidak lagi mengerti bagaimana membaca hurus hijaiyyah dan tulisan-tulisan keriting tanpa baris, tapi aku tidak pernah menjual dan mengisi perutku dengan hasil perdagangan iman yang kumiliki.

Aku juga memang bukanlah lulusan akademi, ataupun sekolah terbaik dari sekolah di Negeri para Nabi, tapi aku tidak pernah mengotori atau menyalah gunakan peci dan baju koko ku dengan mengatas namakan dosa dan pengingkaran.

Aaah, aku selalu bahagia
Sama bahagianya dengan seorang bocah yang bercumbu dengan air hujan.

Sabtu, 07 September 2013

Penghuni Dunia Malam




Dia hanya seorang binatang malam
Yang lahir dari pasangan bulan dan bintang
Dia buta dan tuli dalam siang
Persetan baginya pandangan sinis dan cemohan semua orang

Dia sangat bersahabat dengan dinginnya malam
Seperti serigala yang kelaparan saat mereka bersama
Atau seperti seekor kelelawar yang sedang menertawai singa
Begitu bebas dan sangat lepas kala ia menghina

Saya bingung! Siapa dia dan apa maunya?
Rasaku menuntun untuk mengikutinya
Terus kulewati malam-malam yang bagiku buta
Hingga kulihat dia pulang tak tahu kemana

Saya menganga sambil tertawa
Karena penasaran kutanya pada bulan, tapi hanya dijawab dengan senyum
Kemudian sang bintang yang menjelaskan tentang dirinya

"Dia memang hanya binatang malam, yang sudah bosan jadi ternakan siang!"
Saya pun termenung menerjemahkan makna dalam kata.

Nadil TheHunter
079092013

Nostalgia Dalam Gelap




Bernostalgia ke seratus tahun yang lalu
Ah.. Mungkin terlalu jauh
Hanya beberapa tahun yang lalu
Itu pun hanya sebatas yang ku tahu

Pernah ku lihat matahari
Kala menggantung di atas pohon kenari
Tak ada orang tahu siapa yang mati
Kecuali saya sendiri

Aku bukan surga
Apalagi neraka
Tapi hanya seorang raja
Yang belum tahu siapa namanya

Setelah ku lewati ribuan jalan berliku
Seperti ular yang meliuk mencari salju tapi dapat debu
Akhirnya aku sampai disini
Di tempat ini.. Gelap!

Nadil TheHunter
05092013

tuhan Sudah Gila





Hidup ini indah
Apakah iya?
Saat itu aku sangat percaya
Sebelum aku melihat realita neraka dimana-mana

Sepasang kaki yang di rantai
Atau mungkin hanya sebelahnya saja
Juga manusia dalam cangkang kura-kura
Begitu kokoh membuat mereka buta

Apakah keindahan itu masih nyata?
Apakah kenyataan itu benar adanya?
Benarkah ada kebenaran?
Atau hanya pembenaran!

Rantai itu telah putus
Cangkang kura-kura juga telah rapuh
Kukira saya sudah bebas
Tapi tak juga ku temukan keindahan

Mungkin aku sudah gila, atau tuhan yang gila!

Nadil TheHunter
Kamis, 05/09/2013

Senin, 13 Mei 2013

Simfoni Dalam Jiwa




Membelah lautan di gelapnya malam.
Tiupan kencangnya angin membelai diri ini.
Melihat luasnya lautan yang tak lagi nampak seperti apa ujungnya.
Membuatku sadar betapa kecilnya diriku.

Tuhaan..
Betapa tak pantasnya keangkuhan jika berada dalam diriku, maka jauhkanlah sikap itu dariku.

Tuhaan..
Betapa indahnya alam yang telah engkau ciptakan beserta hamparan laut birunya.
Maka ajarkanlah kami cara untuk selalu mensyukurinya.

Tuhan..
Alagkah bodohnya kami jika tak memanfaatkan semua yang telah engkau anugrahkan kepada kami.
Betapa buta dan tulinya kami akan banyaknya ilmu pengetahuan yang telah engkau turunkan untuk kami pelajari.
Alam indah, beserta hamparan laut biru yang seharusnya bisa dinikmati oleh generasi kami nanti, malah seringkali kami kotori bahkan kami rusaki.

Tuhan..
Izinkan kami untuk terus bertafakkur.
Menyadari dan terus memuji kebesaranMu.

Serta tak berhenti bersyukur untuk setiap detik sisa hidup kami, sebelum kami mati!



Di tengah lautan.
Surabaya-Makassar.
08052013. KM. Dobonsolo

Jumat, 10 Mei 2013

Bersama Alam Yang Indah







Aku disini.
Tak lagi sendiri.
Di temani mentari, hingga teriknya matahari.
Sangat mengobati rasa dingin yang sedari tadi menemani.

Aku tak lagi sendiri.
Dan masih tetap disini.
Ada danau, gunung, pohon dan matahari.
Juga ada teman-teman disini.
Sayang, engkau tak hadir sebagai penyejuk hati.

Oh Tuhan!
Kesempurnaan alam yang sangat indah di pandangi.
Engkau ciptakan semua dengan teratur dan rapi.
Jangan kau biarkan seorangpun menodai!

Sebuah pagi di Ranu Kumbolo, 04052013.

Inspirasi Malam Di Alam




Bersantai di bawah langit yang cerah berhias bintang-bintang, bersama dinginnya malam di tepi danau yang indah. Ku coba merangkai kata demi kata dari semua yang ku kenang menjadi sebuah catatan yang entah apa namanya. Tapi yang pasti akan menjadi sebuah kenangan yang akan selalu bisa ku ingat kelak.

"Dingin, yah tentu dingin! Ini kan gunung, kalau mau panas yah ke pantai siang-siang!" Begitu yang selalu ku katakan pada teman-teman yang mengeluh karena dingin.
Haha.. Meskipun aku juga merasakan hal yang sama!

Dingin malam ini seperti dingin tadi pagi, tapi tak sedingin sikapmu saat itu! Entah, aku juga tidak tahu apa ini. Tapi yang jelas saat ini aku bisa lebih leluasa berkaca pada keadaan! Keadaan yang akan kutuntun menuju pribadi seperti yang kuinginkan di hari nanti!

Indahnya alam memberikanku inspirasi, betapa tidak perlunya kita mengikuti keadaan yang terus berubah dalam ketidakpastian. Namun bagaimana cara kita menjadikan keadaan demi keadaan terus berlalu tanpa mengubah pribadi kita yang apa adanya!!

Karena yang apa adanya itu juga indah, seperti alam kita yang selalu indah meski tak mengikuti keadaan kota!

Di malam yang sunyi ini, tetap kunikmati kesendirianku, di tepi danau yang indah sambil menikmati segelas kopi dan sebatang rokok. Bebass, lepass!!

Ranu Kumbolo, 03052013.

Senin, 24 September 2012

Manfaat Internet

Ilustrasi: orang yang sedang menggunakan internet.
Manfaat Internet sangat banyak yah, salah satunya untuk menuliskan cerita pribadi, pengalaman, atau banyaklah yang bisa kita tuliskan untuk berbagi apa saja yang berkesan dalam keseharian, dan semua yang kita temukan dalam hidup kita.

Hmm, kalau saya sih sebagai salah satu dari banyaknya pengguna internet, selain untuk menjadi facebookers, downloaders, paling sering saya lakukan adalah sebagai blogger, karena blog menjadi tempat bagi saya menyampaikan apa saja yang saya rasakan, semua yang saya alami, yah bisa dibilang tempat saya curhat lah, tanpa ada seorangpun yang bisa protes! (Jadi, lo harus bilang WOWW sekarang!) Hehe, justkidd.

Internet memang sudah menjadi "sesuatu" yah di zaman yang serba modern ini memang sudah sangat membutuhkan internet dalam berbagai hal. Sangat bermanfaat! Yah.. kenapa saya bilang begitu, karena memang saya pribadi juga sangat membutuhkan internet, dan di dunia luar, banyak juga fakta yang membuktikan kalau memang internet sudah menjadi kebutuhan saat ini, bagi Mahasiswa atau pelajar secara umum, yang menyelesaikan tugas kuliah atau sekolah menggunakan internet sangat banyak bukan? Bagi para politikus banyak juga yang menggunakan media internet sebagai tempat mereka berkampanye, para gamers pun tidak mau ketinggalan, yah.. belum bisa di sebut gamers sejati kalau belum menguasai game online. Menurut banyak orang sih begitu, karena saya sendiri bukan gamers jadi tidak tahu banyak soal itu, hehe. Tapi, intinya manfaat internet sepertinya memang sudah menjadi kebutuhan saat ini, sampai-sampai tidak sedikit orang yang menjadikan media internet sebagai lahan bisnis mereka, bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai satu-satunya mata pencaharian mereka.

Kalau bagi saya pribadi, yah seperti yang saya bilang tadi, yang paling saya rasakan dari banyaknya manfaat internet yah nge-blog itu. Kalau boleh jujur nih, saya itu mungkin bisa di bilang orang yang suka curhat, tapi sayang tidak ada orang yang bisa saya andalkan dari keluarga untuk cerita persoalan pribadiku setelah ibuku meninggal saat usiaku masih kecil (tuh kan sudah curhat lagii), haha. Jadilah blog sebagai tempatku bercerita, berbagi, menulis banyak hal tentang ibu sebagai salah satu persembahanku untuk almarhumah ibuku yang telah lama pergi, dan yang lain.. sambil berbisnis juga, why not gitu kan?

Melihat perkembangan teknologi di era modern ini, harus kita akui kalau internet memang sudah menjadi syarat untuk kita bisa menjadi manusia modern juga, karena tidak tau apa-apa tentang internet, banyak orang yang bilang kita gapteklah, kampungan, atau istilah lebih nge-trendnya lagi, bisa dibilang kamseupay loh, hehe. Tapi tentunya bukan hanya sekedar karena takut dengan kata-kata seperti itu yang membuat kita harus tau tentang internet, tapi karena memang manfaat internet bisa membantu kita dalam banyak hal untuk mengembangkan diri kita dalam berbagai aspek kehidupan.

Mungkin cukup itu dari saya, kurang dan lebihnya mohon dikomentari, hehe.

Minggu, 09 September 2012

Ungkapan kekesalan si Batman

Sebuah kisah nyata :D


Pukul 02:22

  Sudah sejam lebih aku disini setelah baru balik dari warkop, ngumpul dengan teman-teman kelilawar, atau blogger malam, nozasi kalong, batman, atau banyaklah istilah teman-teman untuk menamai kegiatan malam kami ini. Kesall, entah kesal dengan siapa. Sekarang saya lagi di hadapan pintu rumah yang sedari tadi menertawaiku, "kok tumben pulang cepat mas batman?" mungkin itu yang akan ditanyakannya padaku seandainya saja pintu itu bukan benda mati dan dapat berbicara, dan dilanjut dengan sebuah pernyataan seperti ini, "biasanya kan sebelum matahari terbit belum nongol-nongol. Dasar kelilawar!" Seandainya pun begitu, mungkin sudah dari tadi aku berbicara dengannya dan memintanya untuk terbuka dengn sendirinya agar aku bisa masuk kedalam rumah secepatnya.
Sayang, bayangan itu hanya ada dalam dunia imajinasiku saja. Haha!

Pukul 02:44

  Aku masih sibuk berimajinasi ditemani suara nyamuk yang membuatku semakin kesal saja, sekali lagi.. Entah aku kesal kepada siapa! Sambil menuangkan kekesalanku kedalam tulisan ini, pikiranku terus bekerja keras untuk mencari cara bagaimana agar aku bisa melewati pintu yang sudah sedari tadi menertawaiku itu tanpa mengganggu penghuni dibalik pintu yang sedang asyik berpetualang di dunia kapuknya masing-masing. Tapi belum menemukan cara yang tepat. Syukur, pintu didepanku ini tidak semakin menertawaiku karena udara malam yang semakin dingin, mungkin karena tubuhku yang sudah bersahabat dengan malam, "dasar batman!" Kata pintu itu kepadaku dalam dunia imajinasiku yang kutanggapi dengan cuek saja, asal semoga pintu itu tidak menyadari kalau saya sangat terganggu dengan kaehadiran nyamuk-nyamuk nakal ini. Tapi kemudian, "Hahaha". Telat, pintu itu kembali dengan puasnya menertwaiku setelah menyadari kalau aku sangat risih dengan gigitan-gigitan nyamuk ini sampai sampai tidak bisa lagi menahan gerak tanganku untuk segera memukulinya di hampir semua bagian tubuhku yang terbuka. Kesal! Kesaaaall!

Pukul 03:05

  Aku coba mengintip di sela-sela jendela samping pintu, berharap ada penghuni di balik pintu yang merasakan kehadiranku ini, tapi sia-sia. Semua telah jauh dalam petualangannya di dalam dunia kapuknya masing-masing.
Sesaat kemudian, ahhaaaa! Saya menemukan ide, kenapa saya tidak mencoba menghubungi salah satu dari penghuni balik pintu ini? Bodohnya aku karena tidak memikirkannya dari tadi. Setelah ku coba, hanya terdengar jawaban dari operator yang mengatakan bahwa "nomer telepon yang Anda tuju sedang berada, blablablaaa." Entah berada dimana aku tidak mempedulikannya lagi, berada diluar jangkauan atau berada di dunia lain, bodo amat lah! Yang pasti jawaban itu semakin membuatku kesal. Apalagi aku tidak bisa berbicara dengan operator yang menjawab telepon saya itu, karena senadainya bisa, mungkin aku sudah melampiaskan kekesalanku padanya.
"Hahaha" Sialan! Pintu itu kembali menertawaiku penuh kemenangan karena melihat gerak-gerik kebingunganku. Ingin rasanya aku menghubungi penghuni balik pintu yang lain, tapi ku urungkan niatku. Apa bedanya dengan aku mengetuk pintu? Sama-sama mengganggu! Pikirku.
Yaahh, dibalik kekesalanku, aku menyadari kalau ini memang kesalahanku, salahku kenapa aku harus pulang secepat ini? Kesal!!

Pukul 03:13

  Ada satu ide terakhirku yang belum kulakukan, sedikit jahil mungkin, tapi sudah jadi ide pamungkas dibalik keputus asaanku. Memutus aliran listrik! Yaah! Itu diaa.. Memang sama-sama mengganggu, tapi banyak alasan untuk menutupinya. Dan, langsung saja kupraktekkan. Mengharap ada seseorang dari penghuni balik pintu yang tersadar dan keluar dari balik pintu itu untuk menyalakan listrik. Yupp, sudah kulakukan, tinggal menunggu hasil yang kuharapkan. Sepuluh menit berlalu, upayaku sepertinya sia-sia, mungkin mereka terlalu asyik dalam petualangan mimpinya.
Aku menyalakan listriknya kembali dan membiarkan pintu itu menertawai tindakan konyol dan diriku yang kini terduduk pasrah meratapi kekesalanku yang pulang terlalu cepat atau keluar terlalu lama? Entah! Yang pastinya aku kesal!

Pukul 03:28

  Jendela itu harapanku! Kulihat jendela depan yang berhubung langsung dengan kamar tamu. Dalam imajinasiku, dia melambaikan tangannya kepadaku agar segera menghampirinya. Sedikit celah kelihatan pertanda bahwa jendela itu tidak tertutup rapat. Tapi percuma, pikirku! Kan dibalik jendela itu ada terali besi yang terpasang rapi, bagaimana cara aku masuk?
Ahh! kenapa tidak kucoba saja, siapa tahu ada alasan lain kenapaa jendela itu memanggilku. Lagian sepertinya jendela itu bersahabat denganku, tidak seperti pintu itu. Huuwh!
Yahh, mungkin benar apa yang kupikirkan, biasanya memang keponakanku tidur dikamar itu, siapa tahu melalui jendela itu saya bisa membangunkannya untuk membuka pintu tanpa mengganggu penghuni yang lain. Segera aku bergegas menghampiri jendela itu, tapi baru selangkah aku beranjak dari tempatku. Pintu sialan itu kembali bersuara, berisiik sekali suaranya! Kupikir dia mengejekku lagi.. Ahh! Tapi tidak mungkin, kan sekarang saya tidak sedang berimajinasi, sadarku! Segera kuperhatikan, ternyata sudah ada dari salah satu penghuni balik pintu itu yang membukakan pintu untukku, mungkin angin malam yang sudah sangat bersahabat dengan manusia kelilawar sepertiku yang telah berhasil masuk dalam petualangan mimpinya dan memberitahukan akan keberadaanku disini. Hmm, baiik sekaali angin itu. Seandainya memang iya.

Pukul 03:45

  Syukurlah, akhirnya pintu itu berhenti menertawaiku dan membiarkaanku melewatinya. Saat aku berpapasan dengannya, aku kembali berimajinasi dan pintu itu berkata padaku, "rasaaaaiiin, itulah resiko jadi blogger malam! Dasar batmaan!" huuumpt, kesaaall! Tapi kujawab, "bodo amat!" Inilah hidupku. 

Senin, 13 Agustus 2012

Siapa Bilang Ibu Tiri Itu Kejam? (Part 2)


Hari berganti hari, bulan berganti tahun.. Hari-hariku pun tak pernah lepas lagi dari kebersamaan satu keluargaku yang dilengkapi dengan sosok Ibu tiri, kami semua (saudara-saudaraku) termasuk aku juga sudah bisa akrab dan dekat dengannya seolah ia betul-betul berhasil menjadi pengganti Ibunda yang telah meninggalkan kami.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Siapa Bilang Ibu Tiri Itu Kejam?

Sepeninggal Ibunda tercinta, hadir sosok wanita baru dalam hidupku. Kata Ayahanda, dia pengganti Ibuku, dia yg akan meneruskan perjuangan dan kasih sayang Ibuku setelah beliau pergi. Dia yang akan merawat dan mengasuhku juga saudaraku yang lain mulai saat ini dan seterusnya.

Rabu, 08 Agustus 2012

Di Penghujung Senja

Matahari senja di ufuk barat.
Sebentar lagi hari kan gelap, masih di bulan Ramadhan ini, banyak yang masih sibuk dengan urusan duniannya, tapi wajah-wajah yang berseri itu lagi siap-siap menyambut buka puasa yang semakin dekat setelah seharian ini berjuang melawan godaan lapar dan dahaga.
Hmm, g lama lagi buka.

Jumat, 03 Agustus 2012

Pagi di bulan suci Ramadhan

Pagi yang indah banget, sunyi dan tentram.
Di luar sana, banyak muda-mudi yang lagi asmara subuh (istilah mereka yang jalan-jalan dengan pasangan kekasih usai shalat subuh) hmm, bagus kalau mereka beneran dari shalat di masjid. Kalau tidak? Cuman cari dosa aja dong, atau paling mau di liat eksis, atau ikut-ikutan dengan kebanyakan orang. Sayang mereka tidak bisa merasakan anugrah yang indah di bulan ini, malah banyak dari mereka yang hanya turut serta mengotori nilai-nilai kesucian yang ada dalam bulan Ramadhan. Astaghfirullah!