eXTReMe Tracker

Minggu, 09 September 2012

Ungkapan kekesalan si Batman

Sebuah kisah nyata :D


Pukul 02:22

  Sudah sejam lebih aku disini setelah baru balik dari warkop, ngumpul dengan teman-teman kelilawar, atau blogger malam, nozasi kalong, batman, atau banyaklah istilah teman-teman untuk menamai kegiatan malam kami ini. Kesall, entah kesal dengan siapa. Sekarang saya lagi di hadapan pintu rumah yang sedari tadi menertawaiku, "kok tumben pulang cepat mas batman?" mungkin itu yang akan ditanyakannya padaku seandainya saja pintu itu bukan benda mati dan dapat berbicara, dan dilanjut dengan sebuah pernyataan seperti ini, "biasanya kan sebelum matahari terbit belum nongol-nongol. Dasar kelilawar!" Seandainya pun begitu, mungkin sudah dari tadi aku berbicara dengannya dan memintanya untuk terbuka dengn sendirinya agar aku bisa masuk kedalam rumah secepatnya.
Sayang, bayangan itu hanya ada dalam dunia imajinasiku saja. Haha!

Pukul 02:44

  Aku masih sibuk berimajinasi ditemani suara nyamuk yang membuatku semakin kesal saja, sekali lagi.. Entah aku kesal kepada siapa! Sambil menuangkan kekesalanku kedalam tulisan ini, pikiranku terus bekerja keras untuk mencari cara bagaimana agar aku bisa melewati pintu yang sudah sedari tadi menertawaiku itu tanpa mengganggu penghuni dibalik pintu yang sedang asyik berpetualang di dunia kapuknya masing-masing. Tapi belum menemukan cara yang tepat. Syukur, pintu didepanku ini tidak semakin menertawaiku karena udara malam yang semakin dingin, mungkin karena tubuhku yang sudah bersahabat dengan malam, "dasar batman!" Kata pintu itu kepadaku dalam dunia imajinasiku yang kutanggapi dengan cuek saja, asal semoga pintu itu tidak menyadari kalau saya sangat terganggu dengan kaehadiran nyamuk-nyamuk nakal ini. Tapi kemudian, "Hahaha". Telat, pintu itu kembali dengan puasnya menertwaiku setelah menyadari kalau aku sangat risih dengan gigitan-gigitan nyamuk ini sampai sampai tidak bisa lagi menahan gerak tanganku untuk segera memukulinya di hampir semua bagian tubuhku yang terbuka. Kesal! Kesaaaall!

Pukul 03:05

  Aku coba mengintip di sela-sela jendela samping pintu, berharap ada penghuni di balik pintu yang merasakan kehadiranku ini, tapi sia-sia. Semua telah jauh dalam petualangannya di dalam dunia kapuknya masing-masing.
Sesaat kemudian, ahhaaaa! Saya menemukan ide, kenapa saya tidak mencoba menghubungi salah satu dari penghuni balik pintu ini? Bodohnya aku karena tidak memikirkannya dari tadi. Setelah ku coba, hanya terdengar jawaban dari operator yang mengatakan bahwa "nomer telepon yang Anda tuju sedang berada, blablablaaa." Entah berada dimana aku tidak mempedulikannya lagi, berada diluar jangkauan atau berada di dunia lain, bodo amat lah! Yang pasti jawaban itu semakin membuatku kesal. Apalagi aku tidak bisa berbicara dengan operator yang menjawab telepon saya itu, karena senadainya bisa, mungkin aku sudah melampiaskan kekesalanku padanya.
"Hahaha" Sialan! Pintu itu kembali menertawaiku penuh kemenangan karena melihat gerak-gerik kebingunganku. Ingin rasanya aku menghubungi penghuni balik pintu yang lain, tapi ku urungkan niatku. Apa bedanya dengan aku mengetuk pintu? Sama-sama mengganggu! Pikirku.
Yaahh, dibalik kekesalanku, aku menyadari kalau ini memang kesalahanku, salahku kenapa aku harus pulang secepat ini? Kesal!!

Pukul 03:13

  Ada satu ide terakhirku yang belum kulakukan, sedikit jahil mungkin, tapi sudah jadi ide pamungkas dibalik keputus asaanku. Memutus aliran listrik! Yaah! Itu diaa.. Memang sama-sama mengganggu, tapi banyak alasan untuk menutupinya. Dan, langsung saja kupraktekkan. Mengharap ada seseorang dari penghuni balik pintu yang tersadar dan keluar dari balik pintu itu untuk menyalakan listrik. Yupp, sudah kulakukan, tinggal menunggu hasil yang kuharapkan. Sepuluh menit berlalu, upayaku sepertinya sia-sia, mungkin mereka terlalu asyik dalam petualangan mimpinya.
Aku menyalakan listriknya kembali dan membiarkan pintu itu menertawai tindakan konyol dan diriku yang kini terduduk pasrah meratapi kekesalanku yang pulang terlalu cepat atau keluar terlalu lama? Entah! Yang pastinya aku kesal!

Pukul 03:28

  Jendela itu harapanku! Kulihat jendela depan yang berhubung langsung dengan kamar tamu. Dalam imajinasiku, dia melambaikan tangannya kepadaku agar segera menghampirinya. Sedikit celah kelihatan pertanda bahwa jendela itu tidak tertutup rapat. Tapi percuma, pikirku! Kan dibalik jendela itu ada terali besi yang terpasang rapi, bagaimana cara aku masuk?
Ahh! kenapa tidak kucoba saja, siapa tahu ada alasan lain kenapaa jendela itu memanggilku. Lagian sepertinya jendela itu bersahabat denganku, tidak seperti pintu itu. Huuwh!
Yahh, mungkin benar apa yang kupikirkan, biasanya memang keponakanku tidur dikamar itu, siapa tahu melalui jendela itu saya bisa membangunkannya untuk membuka pintu tanpa mengganggu penghuni yang lain. Segera aku bergegas menghampiri jendela itu, tapi baru selangkah aku beranjak dari tempatku. Pintu sialan itu kembali bersuara, berisiik sekali suaranya! Kupikir dia mengejekku lagi.. Ahh! Tapi tidak mungkin, kan sekarang saya tidak sedang berimajinasi, sadarku! Segera kuperhatikan, ternyata sudah ada dari salah satu penghuni balik pintu itu yang membukakan pintu untukku, mungkin angin malam yang sudah sangat bersahabat dengan manusia kelilawar sepertiku yang telah berhasil masuk dalam petualangan mimpinya dan memberitahukan akan keberadaanku disini. Hmm, baiik sekaali angin itu. Seandainya memang iya.

Pukul 03:45

  Syukurlah, akhirnya pintu itu berhenti menertawaiku dan membiarkaanku melewatinya. Saat aku berpapasan dengannya, aku kembali berimajinasi dan pintu itu berkata padaku, "rasaaaaiiin, itulah resiko jadi blogger malam! Dasar batmaan!" huuumpt, kesaaall! Tapi kujawab, "bodo amat!" Inilah hidupku. 

0 komentar:

Posting Komentar